Aparatur Muda Kembali mengadakan kegiatan Capacity Building bertajuk “Menuangkan Ide Kritis Melalui Tulisan” pada Sabtu, 13 Juni 2020 lalu. Kegiatan ini sekaligus dimaksudkan untuk peluncuran situs Aparatur Muda Indonesia (aparaturmuda.id) secara resmi. Narasumber dalam Capacity Building kali ini adalah Bapak Nufransa Wira Sakti (Staf Ahli Kementerian Keuangan Bidang Pengawasan Pajak) atau yang biasa disapa Pak Frans, dan Kak Andhyta Firselly Utami atau yang lebih kita kenal dengan panggilan Kak Afu (Environmental Economist, World Bank Indonesia, sekaligus inisiator Think Policy Indonesia).

Capacity Building ini merupakan salah satu kegiatan Aparatur Muda yang memperoleh antusiasme luar biasa dari seluruh #Kawan Aparatur di Indonesia. Antusiasme ini terlihat dari jumah peserta yang hadir dalam ruang virtual zoom mencapai 190 orang, belum termasuk yang mengikuti secara live melalui kanal Youtube Aparatur Muda dan masih terus bertahan hingga akhir kegiatan. Kegiatan dimulai pada pukul 15.00 WIB dan diawali oleh sambutan dan pengumuman peluncuran situs Aparatur Muda secara resmi oleh Co-Chairs Aparatur Muda.

Pada sesi pertama Capacity Building, Pak Frans memaparkan potensi aparatur muda di Indonesia pada kelompok usia produktif yang bisa memaksimalkan kontribusi untuk mengadakan perubahan yang inovatif, salah satunya adalah melalui menuangkan pikiran dan gagasan kita melalui tulisan. Kenapa sih kita harus mulai menulis? Pak Frans menyampaikan sebuah konsep “Cogitationis poenam patitur” yang artinya tidak ada seorang pun dapat dihukum atas apa yang ia pikirkan. Hal ini sejalan dengan konsep kemerdekaan berpikir, bahwa kita harus bisa keluar dari penjara pangkat, jabatan, golongan, usia, dan gender, karena siapapun boleh menyampaikan ide, gagasan, atau pikirannya selama bersifat kontributif dan konstruktif.. Pak Frans menyampaikan beberapa tips dan trik bagi #KawanAparatur yang ingin mulai menulis di media massa, mulai dari bagaimana memilih topik, menggunakan outline untuk penulisan opini, penyiapan bahan pendukung tulisan kita, proses penulisan yang efektif, serta rambu-rambu lain yang harus diperhatikan ketika menulis dalam kapasitas dan peran kita sebagai aparatur. Pak Frans juga memberikan sejumlah contoh dan kisah sukses beberapa tokoh yang memperoleh banyak manfaat dari tulisan-tulisan mereka. Di akhir sesi, Pak Frans mengajak semua peserta #KawanAparatur untuk mulai menulis secara konsisten dan nantikan dampak keajaibannya!

Sesi kedua Capacity Building dilanjutkan dengan penjelasan Kak Afu seputar bagaimana membangun kerangka berpikir kritis dan membiasakan diri berpikir kritis atas suatu isu. Selain mampu berpikir kritis, kita juga perlu melihat suatu hal secara rasional, apalagi jika akan dituangkan dalam bentuk tulisan. Kak Afu memberikan beberapa langkah kritis dalam analisis kebijakan publik, termasuk bagaimana kita harus menggunakan banyak sumber terpercaya, terus-menerus mempertanyakan suatu informasi (berpikir kritis) sebelum menyampaikan atau menuliskan sesuatu. Sebelum memutuskan untuk menyampaikan atau menuliskan sesuatu, kita perlu mengidentifikasi masalah dengan tepat hingga ke akar penyebabnya, karena dengan mengidentifikasi masalah dengan tepat maka sebenarnya kita sudah separuh jalan menyelesaikan masalah. Dalam hal menyampaikan ide/gagasan solusi terbaik atas suatu masalah, kita perlu memerhatikan beberapa hal, antara lain kepentingan publik/masyarakat, kapasitas teknis pembuat dan pelaksana kebijakan, serta dukungan para stakeholder terkait. Jangan ragu untuk terus menerus belajar dan membaca banyak sumber, mencari perbandingan kebijakan, dan/atau mendengar pendapat ahli lainnya, hal ini dimaksudkan untuk terus mengasah kemampuan berpikir kita dan terus berusaha menemukan solusi kebijakan terbaik.

Setelah dua sesi materi di atas selesai, beberapa #KawanAparatur berkesempatan untuk bertanya kepada narasumber secara langsung. Diskusi berlangsung sangat interaktif dan seru sekali, bahkan hingga overtime dari waktu yang semula dijadwalkan. Di akhir kegiatan, Aparatur Muda menyampaikan beberapa informasi terkait fitur-fitur pada situs Aparatur Muda yang bisa dieksplorasi dan dimanfaatkan oleh #KawanAparatur semua. Selain itu, disampaikan pengumuman terkait daftar peserta Kompetisi Aparatur Menulis yang tulisannya ditayangkan pada situs Aparatur Muda. Tulisan-tulisan ini akan dinilai oleh dewan juri untuk menentukan dua pemenang terpilih, dan dinilai oleh #KawanAparatur melalui mekanisme jumlah likes untuk menentukan satu pemenang terfavorit. Tulisan yang ditayangkan adalah sebagai berikut:

  1. Standar Baru Aparatur Muda, Siapkah Kita? – Anugrah Andara Putra
  2. Era Baru Birokrasi Berkualitas – Muhammad Aziz Ali Mutia
  3. Era Baru Cara Bekerja – Ilham Wicaksono
  4. Aparatur Muda Sebagai Agent of Change, Kamu Siap? – Sri Hartono
  5. Babu Rakyat – Y. Edward Horas S.
  6. Perubahan Paradigma dan Sistem Kerja Dalam Kenormalan Baru dan Tantangan Birokrasi Indonesia – Ardiansyah Salim
  7. Aparatur Indonesia Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber Apparatus 2030 – Vethria Rahmi
  8. Panca “Harapan” Korpri di Masa Depan – Rizky Mursyaid
  9. Harapan Saat Milenials Menjadi Seorang Aparatur Negara – Zahra Agusta
  10. Karakteristik Aparatur Sipil Negara Berbasis Masyarakat – Syafril Ramadhon
  11. Budaya Kerja, Kunci Birokrat Muda – Bagus Joko Puruitomo
  12. Kualitas Kebijakan Publik di Era Teknologi Digital – Arif Dharmawan
  13. Why Millenials Have to Get into The Government? – Andi Yusuf Daulay
  14. Menjadi Aparatur yang Dibanggakan Mertua untuk Sekarang dan 10 Tahun Mendatang – Imam Wahyudi
  15. Pekerjaan Rumah yang Tidak Kunjung Selesai – Hanin Septina
  16. Falsafah Aparatur Indonesia – Dani
  17. Masa Depan Pekerjaan ASN di Era Otomasi Birokrasi – Elam Sanurihim Ayatuna
  18. Omnibus Law Perpajakan: Belanja vs Potensi – Johana Lanjar Wibowo
  19. Analis Kebijakan Menyusun Kertas Kebijakan Dari Café – Ridho Arisyadi
  20. Tantangan Pemerintahan ke Depan – Hafiizh Anugrah Pratama
  21. Meneropong Tantangan Aparatur Indonesia dalam Kacamata Masa Depan – Khalishah Mutiara
  22. Sudut Pandang dan Kebiasaan Baru = Transformasi Aparatur – Bella V. Simanungkalit
  23. Kemampuan Learning dan Unlearn Sebagai Kunci ASN Tetap Relevan – Adam Maulana Malik Ibrahim
  24. ASN Tumpul/Tajam – Dinda Syafitri Indriadhy
  25. Aparatur Literate Cerminan Aparatur Negara di Masa Depan – Agus Wahyudi
  26. Menakar Potensi Aparatur Muda di Jantung Kebijakan – Alexander Dharma
  27. Penempatan Tepat Untuk Peningkatan Kualitas Penggerak Roda Pemerintahan – Fitri Suryani
  28. Kontribusi Aparatur Menuju Satu Data Indonesia – Nur Azis Ramadhan
  29. Optimisme, Imaji Aparatur di Masa Depan – Isriyati
  30. Masa Depan Pasti yang Tidak Pasti – Suarlan
  31. Menghancurkan Lingkaran Setan – Rendy Padmanaba
  32. Aparatur Tidak Boleh Ego Sektoral dan Gaptek! – Diana Laurencia

Nah, apakah #KawanAparatur sudah membaca tulisan-tulisan di atas? Atau setelah membaca ulasan kegiatan Capacity Building di atas, #KawanAparatur penasaran dengan detail isi diskusi kita, atau waktu itu belum sempat mengikuti kegiatan secara langsung? Tenang aja, #MinTur selalu terdepan memastikan #KawanAparatur semua memperoleh informasi terbaik, kalian dapat menyaksikan kembali rekaman kegiatan tersebut melalui kanal Youtube Aparatur Muda pada tautan berikut https://www.youtube.com/watch?v=yKJX4XPGhGM.

Kalau sudah selesai nonton, boleh banget kasih tau ke #MinTur bagaimana tanggapan kalian atas diskusi pada Capacity Building itu, atau mungkin udah mulai tergerak untuk menulis nih? #KawanAparatur semua bisa mulai memanfaatkan situs Aparatur Muda ini sebagai platform menulis dan menyampaikan ide atau gagasan. Caranya gimana tuh, Miin? Langsung aja buat account di situs ini, unggah artikel kalian melalui menu “kontribusi artikel”, kemudian tunggu approval dari Mintur ya! Nanti akan diinfokan jika sudah terbit. Yuuk kami tunggu artikel-artikel keren dari kamu!

 

—Kalau Aparatur Muda mengadakan Capacity Building semacam ini lagi, #KawanAparatur ingin kita belajar mengembangkan skill apa lagi nih?

0